1. MEMBUAT MEDIA BAGLOG
a. Siapkan Bahan
Plastik, plastik yang digunakan adalah jenis plastik yang tahan panas, biasanya menggunakan plastik polipropilen. Plastik ini digunakan untuk membungkus campuran media sebelum proses sterilisasi pada autoklaf.
Cicin, pemberian cicin atau ring baglog dimaksudkan untuk memudahkan dalam proses inokulasi dan memudahkan jamur untuk tumbuh setelah tutupnya dibuka pada saat mesilium jamur sudah penuh. Cincin baglog bisa kita beli pada pengusaha jamur atau bisa juga kita ganti dengan potongan bambu atau pralon.
Kertas, berfungsi untuk menutup lubang cicin yang sudah terpasang di baglog. Karet gelang, berfungsi untuk mengikat kertas dengan cicin (mulut baglog) agar saat inkubasi mulut baglog tidak terlepas.
Proses pembuatan media diawali dengan memilih komposisi atau formula campuran bahan baku, berikut komposisinya:
Serbuk gergaji 100 kg
Dedak 10-15 kg
Kapur 1-2 kg
Air secukupnya
b. Campur Media
Pencampuran, semua bahan baku (kecuali air) dicampur dan diaduk menggunakan sekop hingga merata. Kemudian beri air secukupnya, lalu aduk. Lakukan berulang-ulang sampai cukup air, hati-hati jangan sampai kebanyakan air. Media yang telah tercampur dengan baik biasanya menggumpal pada saat dikepal. Ketika digoyang akan membelah, sementara media yang kebanyakan air tidak akan mau membelah saat digoyangkan.
c. Fermentasi Media
Pengomposan (fermentasi), cara ini dilakukan selama minimal 8 jam maksimal 3 hari. Caranya adalah campuran bahan baku ditutup dengan karung atau terpal agar pengomposan maksimal. Apabila lebih dari satu hari maka lakukan pengadukan setiap hari agar proses pengomposan merata.
d. Bungkus Media
Pembungkusan, dilakukan dengan memasukkan media yang telah tercampur secara homogen ke dalam plastik tahan panas (polypropylene). Upayakan pengisian tidak terlalu longgar dan juga tidak terlalu padat. Untuk memadatkan media dapat dilakukan dengan bantuan botol yang diisi dengan pasir, atau bisa juga dengan menumbukkan media ke lantai. Setelah diisi media, pada bagian atas plastik dilipat.
e. Sterilisasi Media
Sterilisasi, baglog selanjutnya disterilisasi dengan cara dikukus dengan kisaran suhu 80-100 derajat celcius selama 6-10 jam. Lama pemanasan tergantung suhu yang dicapai. Media yang disterilisasi dengan baik adalah media yang mencapai suhu 100, itu bisa dilakukan selama 4 jam saja. Sementara apabila suhu hanya mencapai maksimal 90 derajat celcius saja, maka waktu pengukusan/sterilisasi bisa dilakukan 6 sampai 8 jam. Ini bertujuan agar media yang tersterilisasi matang dan terbebas dari jamur pengganggu.
f. Inokulasi/Pembibitan
Tahapan-tahapan inokulasi yang baik dan benar agar tidak terjadi kegagalan.
Tahap Persiapan:
1. Media tanam (baglog) yang sudah di sterilisasi dan suhu media tanamnya sudah dalam keadaan dingin / tidak panas.
2. Siapkan ruangan yang bersih dan tertutup rapat.
3. Siapkan bibit jamur.
4. Siapkan alat spray (semprotan) dan isi dengan cairan alkohol / spiritus gunanya untuk mensterilkan ruangan termasuk tangan orang yang akan mengerjakan inokulasi.
5. Siapkan sendok kecil / sebuah alat yang dapat dimasukan dengan botol untuk mengambil bibit dan dipindahkan ke media tanam.
6. Siapkan bunzen (kompor spritus kecil) untuk memanaskan sendok kecil, dan bagian atas botol bibit, dan juga untuk menjaga ruangan agar tetap steril.
Langkah-langkan Inokulasi:
1. Masukan media tanam yang sudah disterilisasi ke ruangan inokulasi, tetapi sebelumnya area ruangan tersebut dibersihkan.
2. Bila media tanam masih dalam keadaan panas diamkan terlebih kurang lebih 1 x 24 jam atau sampai media dingin.
3. Tutup pintu dan jendela rapat, usahakan dalam masa pekerjaan jangan sampai orang hilir mudik masuk ruangan.
4. Sebelum bekerja, ruangan inokulasi disterilkan dengan menyemprotkan alkohol seluruh ruangan, termasuk kedua tangan, kedua kaki dan badan (prinsipnya semuanya harus dalam keadaan bersih).
5. Setelah siap selanjutnya buka tutup media, kemudian masukkan bibit jamur secukupnya, masukkan dan pasang ring/cincin baglog, tutup dengan kertas koran dan ikat dengan karet.
6. Usahakan pada saat proses inokulasi selalu dekat dengan bunzen (tempat api).
g. Inkubasi Media
Setelah di inokulasikan, letakkan media baglog dalam rak-rak inkubasi boleh dalam posisi vertikal atau horizontal mana saja yang lebih menghemat tempat.
2. BUDIDAYA/PENUMBUHAN
a. Menyiapkan Kumbung
Kumbung/Tempat tumbuh jamur yang baik adalah kumbung yang sejuk dan bersih. Suhu rata-rata yang baik untuk tumbuh jamur di kisaran 26-28 derajat celcius. Apabila suhu berada diatas itu, jamur akan susah tumbuh. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukanlah modifikasi cuaca. Modifikasi cuaca yang dimaksud adalah pengkondisian ruangan agar suhunya mau mendekati 26-28. Hal-hal yang bisa dilakukan adalah dengan melalukan penyiraman secara rutin missal pada jam 9 pagi dan 3 sore di balam kumbung, penyiraman ini tergantung situasi. Apabila hujan, tidak perlu dilakukan. Hal lain yang bisa dilakukan adalah menanam tanaman peneduh di sekitar kumbung. Bisa juga dengan memberi paranet di atas atap kumbung agar sinar matahari tidak terlalu terik.
b. Membuat Rak
Rak untuk menaruh baglog jamur bisa memakai bambu, kayu, atau baja ringan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Dari segi harga juga berbeda. Sementara ada juga yang menggantung baglog menggunakan tali raffia, emang agak irit, akan tetapi perlu keterampilan saaat memasangnya.
c. Merawat Jamur Tiram
Perawatan jamur tiram putih sangat mudah, Cuma perlu menyiram dan membersihkan baglog setelah selesai panen, agar tidak tersisa batang jamur pada baglog. Karena hal itu bisa mendatangkan/mengundang penyakit.
Setelah semua itu siap, maka baglog yang telah putih semua/terinkubasi dengan sempurna bisa langsung dipindahkan ke dalam kumbung, kemudian disusun dalam rak. Kemudian keesoakn harinya siap disiram.
3. PANEN JAMUR TIRAM
a. Memetik Jamur
Jamur yang layak dipanen adalah jamur yang sudah berumur 4-5 hari dari pinhead panjang 1 cm. atau bisa dicek pada bagian sisi dari tudung jamur sudah agak menipis. Pemetikan biasanya dilakukan pada pagi hari sekitar jam 7-8, sementara pada sore hari sejitar jam 4-5 sore. Hal ini tergantung pesanan dan situasi order/kapan jamur akan dipasarkan
b. Pengemasan
Pengemasan dilakukan dengan membersihkan bagian akar jamur yang kotor. Kemudian dimasukkan ke dalam plastic. Usahakan plastic mengembung, agar jamur awet. Sementara yang lain bisa juga memakai sterofon dan kemasan lainnya.
TESTIMONI