Minggu, 28 Maret 2021

CARA MEMILIH JAMUR SEGAR YANG BAGUS


 1. WARNA

        Jamur yang segar akan berwarna putih. Apabila warnanya sudah berubah menjadi kuning dan sedikit lembab, itu menandakan jamur tersebut sudah lebih dari 3 hari dari masa petiknya. Secara alami jamur tiram putih akan rusak dalam waktu 4 hari jika dibiarkan disuhu biasa atau bukan disimpan di dalam kulkas. Sebenarnya masih bisa dikonsumsi menjadi jamur cryspy atau sup. Perubahan warna ini juga menandakan bahwa jamur itu tidak mengandung bahan-bahan pengawet berbahaya.

2. BENTUK

Bentuk jamur segar ketika dipencet atau ditekan-tekan setelahnya akan kembali seperti semula. Akan tetapi jamur yang sudah tidak segar, akan mudah remuk, atau tidak kembali seperti semula ketika ditekan atau digenggam.

3. BAU

Jamur segar memiliki bau yang tidak begitu menyengat, sementara jamur yang tidak segar akan menimbulkan bau yang menyengat. Ini merupakan proses alami. 


Catatan:

Perubahan warna, Bentuk, Bau itu alami. Dengan berubahnya warna tersebut, berarti jamur tersebut tidak mengandung bahan pengawet berbahaya bagi tubuh. Sama halnya mendeteksi sayuran yang alami. Dengan adanya bekas sayuran tersebut dimakan ulat, berarti sayuran tersebut tidak mengandung pestisida.


Facebook Kami:Budidaya Jamur Kita Bali

Instagram: @jamurkitabali_

Baca juga:

CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM YANG MUDAH




Kamis, 25 Maret 2021

CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM YANG MUDAH


1. MEMBUAT MEDIA BAGLOG



a. Siapkan Bahan


Plastik, plastik yang digunakan adalah jenis plastik yang tahan panas, biasanya menggunakan plastik polipropilen. Plastik ini digunakan untuk membungkus campuran media sebelum proses sterilisasi pada autoklaf.

Cicin, pemberian cicin atau ring baglog dimaksudkan untuk memudahkan dalam proses inokulasi dan memudahkan jamur untuk tumbuh setelah tutupnya dibuka pada saat mesilium jamur sudah penuh. Cincin baglog bisa kita beli pada pengusaha jamur atau bisa juga kita ganti dengan potongan bambu atau pralon.

Kertas, berfungsi untuk menutup lubang cicin yang sudah terpasang di baglog. Karet gelang, berfungsi untuk mengikat kertas dengan cicin (mulut baglog) agar saat inkubasi mulut baglog tidak terlepas.

Proses pembuatan media diawali dengan memilih komposisi atau formula campuran bahan baku, berikut komposisinya:

Serbuk gergaji 100 kg

Dedak 10-15 kg

Kapur 1-2 kg

Air secukupnya



b. Campur Media


Pencampuran, semua bahan baku (kecuali air) dicampur dan diaduk menggunakan sekop hingga merata. Kemudian beri air secukupnya, lalu aduk. Lakukan berulang-ulang sampai cukup air, hati-hati jangan sampai kebanyakan air. Media yang telah tercampur dengan baik biasanya menggumpal pada saat dikepal. Ketika digoyang akan membelah, sementara media yang kebanyakan air tidak akan mau membelah saat digoyangkan.



c. Fermentasi Media


Pengomposan (fermentasi), cara ini dilakukan selama minimal 8 jam maksimal 3 hari. Caranya adalah campuran bahan baku ditutup dengan karung atau terpal agar pengomposan maksimal. Apabila lebih dari satu hari maka lakukan pengadukan setiap hari agar proses pengomposan merata.





d. Bungkus Media


Pembungkusan, dilakukan dengan memasukkan media yang telah tercampur secara homogen ke dalam plastik tahan panas (polypropylene). Upayakan pengisian tidak terlalu longgar dan juga tidak terlalu padat. Untuk memadatkan media dapat dilakukan dengan bantuan botol yang diisi dengan pasir, atau bisa juga dengan menumbukkan media ke lantai. Setelah diisi media, pada bagian atas plastik dilipat.



e. Sterilisasi Media


Sterilisasi, baglog selanjutnya disterilisasi dengan cara dikukus dengan kisaran suhu 80-100 derajat celcius selama 6-10 jam. Lama pemanasan tergantung suhu yang dicapai. Media yang disterilisasi dengan baik adalah media yang mencapai suhu 100, itu bisa dilakukan selama 4 jam saja. Sementara apabila suhu hanya mencapai maksimal 90 derajat celcius saja, maka waktu pengukusan/sterilisasi bisa dilakukan 6 sampai 8 jam. Ini bertujuan agar media yang tersterilisasi matang dan terbebas dari jamur pengganggu.



f. Inokulasi/Pembibitan


Tahapan-tahapan inokulasi yang baik dan benar agar tidak terjadi kegagalan.

Tahap Persiapan:

1. Media tanam (baglog) yang sudah di sterilisasi dan suhu media tanamnya sudah dalam keadaan dingin / tidak panas.

2. Siapkan ruangan yang bersih dan tertutup rapat.

3. Siapkan bibit jamur.

4. Siapkan alat spray (semprotan) dan isi dengan cairan alkohol / spiritus gunanya untuk mensterilkan ruangan termasuk tangan orang yang akan mengerjakan inokulasi.

5. Siapkan sendok kecil / sebuah alat yang dapat dimasukan dengan botol untuk mengambil bibit dan dipindahkan ke media tanam.

6. Siapkan bunzen (kompor spritus kecil) untuk memanaskan sendok kecil, dan bagian atas botol bibit, dan juga untuk menjaga ruangan agar tetap steril.

Langkah-langkan Inokulasi:

1. Masukan media tanam yang sudah disterilisasi ke ruangan inokulasi, tetapi sebelumnya area ruangan tersebut dibersihkan.

2. Bila media tanam masih dalam keadaan panas diamkan terlebih kurang lebih 1 x 24 jam atau sampai media dingin.

3. Tutup pintu dan jendela rapat, usahakan dalam masa pekerjaan jangan sampai orang hilir mudik masuk ruangan.

4. Sebelum bekerja, ruangan inokulasi disterilkan dengan menyemprotkan alkohol seluruh ruangan, termasuk kedua tangan, kedua kaki dan badan (prinsipnya semuanya harus dalam keadaan bersih).

5. Setelah siap selanjutnya buka tutup media, kemudian masukkan bibit jamur secukupnya, masukkan dan pasang ring/cincin baglog, tutup dengan kertas koran dan ikat dengan karet.

6. Usahakan pada saat proses inokulasi selalu dekat dengan bunzen (tempat api).



g. Inkubasi Media


Setelah di inokulasikan, letakkan media baglog dalam rak-rak inkubasi boleh dalam posisi vertikal atau horizontal mana saja yang lebih menghemat tempat.



2. BUDIDAYA/PENUMBUHAN


a. Menyiapkan Kumbung


Kumbung/Tempat tumbuh jamur yang baik adalah kumbung yang sejuk dan bersih. Suhu rata-rata yang baik untuk tumbuh jamur di kisaran 26-28 derajat celcius. Apabila suhu berada diatas itu, jamur akan susah tumbuh. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukanlah modifikasi cuaca. Modifikasi cuaca yang dimaksud adalah pengkondisian ruangan agar suhunya mau mendekati 26-28. Hal-hal yang bisa dilakukan adalah dengan melalukan penyiraman secara rutin missal pada jam 9 pagi dan 3 sore di balam kumbung, penyiraman ini tergantung situasi. Apabila hujan, tidak perlu dilakukan. Hal lain yang bisa dilakukan adalah menanam tanaman peneduh di sekitar kumbung. Bisa juga dengan memberi paranet di atas atap kumbung agar sinar matahari tidak terlalu terik.



b. Membuat Rak


Rak untuk menaruh baglog jamur bisa memakai bambu, kayu, atau baja ringan. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Dari segi harga juga berbeda. Sementara ada juga yang menggantung baglog menggunakan tali raffia, emang agak irit, akan tetapi perlu keterampilan saaat memasangnya.



c. Merawat Jamur Tiram

Perawatan jamur tiram putih sangat mudah, Cuma perlu menyiram dan membersihkan baglog setelah selesai panen, agar tidak tersisa batang jamur pada baglog. Karena hal itu bisa mendatangkan/mengundang penyakit.

Setelah semua itu siap, maka baglog yang telah putih semua/terinkubasi dengan sempurna bisa langsung dipindahkan ke dalam kumbung, kemudian disusun dalam rak. Kemudian keesoakn harinya siap disiram.
 

3. PANEN JAMUR TIRAM


a. Memetik Jamur


Jamur yang layak dipanen adalah jamur yang sudah berumur 4-5 hari dari pinhead panjang 1 cm. atau bisa dicek pada bagian sisi dari tudung jamur sudah agak menipis. Pemetikan biasanya dilakukan pada pagi hari sekitar jam 7-8, sementara pada sore hari sejitar jam 4-5 sore. Hal ini tergantung pesanan dan situasi order/kapan jamur akan dipasarkan



b. Pengemasan


Pengemasan dilakukan dengan membersihkan bagian akar jamur yang kotor. Kemudian dimasukkan ke dalam plastic. Usahakan plastic mengembung, agar jamur awet. Sementara yang lain bisa juga memakai sterofon dan kemasan lainnya.




TESTIMONI












BUAT BERGER JAMUR










 

KUMBUNG JAMUR SEDERHANA KAPASITAS 50-500

MEMBUAT RAK JAMUR SEDERHANA

        Rak untuk menaruh baglog atau bibit jamur siap budidaya, bisa dibuat dengan sangat sederhana sekali. Untuk kumbung jamur dengan kapasitas baglog 500 baglog ke bawah, cukup memakai bahan-bahan sebagai berikut.
Bahan-bahan:
1. Empat buah bambu/kayu usuk panjang 2 meter.
2. Dua buah bambu/kayu panjang 1,5 meter.
3. bahan lain, kayu pendek untuk palang, paku, dll.
        Berikut ini adalah beberapa contoh kumbung jamur dengan rak yang sangat sederhana.













 

MEMBUAT LAWAR DARI BAHAN JAMUR TIRAM

 


TAHAPAN MEMBUAT LAWAR JAMUR

1. BAHAN_BAHAN
  • 1000 gram jamur tiram (suir-suir, rebus sebentar, potong sesuai selera)
  • 2 ikat kacang panjang (rebus dan potong kecil kasar)
  • 1/2 butir kelapa (bakar dan parut)
  • 1 buah jeruk limau
  • Garam, gula, dan penyedap (secukupnya)
  • Bawang goreng (secukupnya)
  • Bahan bumbu embe:
  • 10 siung bawang merah (iris dan goreng)
  • 10 siung bawang putih (iris dan goreng)
  • 10 buah cabai rawit (iris dan goreng)
  • 1 sdt terasi bakar
  • Bahan bumbu halus:
  • 3 cm laos
  • 3 cm kencur
  • 3 cm jahe
  • 3 cm kunyit
  • 7 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 2 buah kemiri
  • 1 sdt merica

Cara membuat:

  • Haluskan bahan-bahan bumbu halus, lalu tumis sampai harum.
  • Dalam wadah, campurkan jamur tiram, kacang panjang, kelapa parut, bumbu halus yang sudah ditumis, bawang merah, bawang putih, cabai, terasi, garam, gula, penyedap, dan perasan air limau, lalu aduk rata.
  • Koreksi rasa.
  • Sajikan dengan taburan bawang goreng dan kacang merah.

Lebih lengkap silakan lihat gambar






















Rabu, 24 Maret 2021

JAMUR DAN MANFAATNYA






JAMUR BERACUN


Warnanya mencolok, warna jamur beracun biasanya mencolok, ngejreng, sangat menarik untuk dilihat dari segi warna, tapi harap berhati-hati jamur tersebut biasanya beracun. .


Serangga tidak mau dekat, jamur beracun biasanya tidak mau didekati serangga, baik serangga kecil, semut atau sejenisnya.


Dibagian batangnya ada cin-cin, menjadi ciri-ciri jamur beracun, akan tetapi tidak semua jamur yang memiliki cin-cin adalah jamur beracun.



JAMUR KONSUMSI


Warna polos, jamur konsumsi biasanya memiliki warna yang polos, seperti putih, coklat, abu dll. Walapun ada jamur saat ini yang berwarna pink dan biru, akan tetapi warnanya tidak terlalu mencolok atau agak sedikit pudar.


Serangga mau hinggap di jamur, jika serangga mau hinggap di jamur tersebut, berarti jamur tersebut aman untuk dikonsumsi.


Bagian batang tidak terdapat cincin.



APA PENTINGNYA JAMUR?


Kandungan Jamur Tiram

Dilansir dari Healthline, jamur tiram mengandung vitamin D, kalsium, antioksidan, magnesium, vitamin B, hingga protein. Beberapa kandungan tersebut diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Lalu apa saja manfaat jamur tiram? Simak penjelasannya berikut ini.


Manfaat Jamur Tiram

1). Mencegah Kangker, Jamur tiram mengandung protein vitamin C hingga zat besi yang berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan melindungi dari kerusakan sel.Sehingga jamur tiram melindungi tubuh dari berbagai penyakit kronis, seperti jantung. Mengonsumsi jamur tiram secara teratur sangat efektif menurunkan risiko penyakit kanker.

2). Mencegah Penyakit Jantung, Jamur tiram memiliki kandungan zat besi, kalsium serta efek antioksidan yang dapat secara efektif membantu mencegah penyakit jantung. Manfaat jamur tiram ini dapat diperoleh dengan mengonsumsi jenis daun ini secara rutin.

3). Mencegah Radikal Bebas, Jamur tiram memiliki kandungan senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan sehingga dapat membantu menangkal radikal bebas dalam tubuh. Sehingga mengonsumsi jamur tiram secara rutin dapat mencegah radikal bebas.

4). Menurunkan Tekanan Darah, Bagi Anda penderita darah tinggi, sebaiknya mengonsumsi jamur tiram. Pasalnya, jamur tiram merupakan sumber kalium yang berfungsi efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah. Sehingga jamur tiram sangat cocok dikonsumsi bagi penderita tekanan darah tinggi.

5). Menjaga Fungsi Otak, Kandungan vitamin K dan kolin pada jamur tiram berperan penting untuk meningkatkan daya ingat dan memori. Sehingga hal ini dapat menjaga otak agar tetap berfungsi dengan baik. Selain itu, mengonsumsi jamur tiram secara rutin dan teratur juga dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer.

6). Mencegah Diabetes, Kandungan kalsium hingga vitamin K yang terdapat pada jamur tiram berfungsi efektif untuk menjaga keseimbangan gula darah yang seringkali menyebabkan penyakit diabetes. Sehingga mengonsumsi jamur tiram secara rutin dan teratur dapat berfungsi efektif menurunkan risiko terkena penyakit diabetes.

7). Meningkatkan Kekebalan Tubuh,Seseorang yang memiliki kekebalan tubuh kuat dapat menurunkan risiko terkena berbagai macam penyakit. Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh ialah mengonsumsi jamur tiram. Dilansir dari laman Healthline, kandungan vitamin A, vitamin C, magnesium hingga folat berperan penting dalam menjaga sistem imunitas tubuh.





PENUTUP

Pada saat masa pandemi seperti saat ini, jamur bisa menjadi salah satu makanan yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Apabila anda susah membedakan jamur yang bisa dikonsumsi dan tidak, perusahaan kami menyediakan berbagai-macam jamur yang aman untuk dikonsumsi dan memiliki kualitas yang sangat baik. Izinkan kami menyiapkan jamur yang sehat bagi keluarga anda di rumah.



Sumber:


https://www.baktikunegeriku.com/


https://www.merdeka.com/jateng/9-manfaat-jamur-tiram


Info budidaya jamur 081558128464


FB: I Kadek Saputra

PELATIHAN BUDIDAYA JAMUR UNTUK PERSIAPAN PENSIUN

  PELATIHAN WIRAUSAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM PERSEMBAHAN BAN MANDIRI TASPEN UNTUK MASA PENSIUN SEJAHTERA 17 November 2023 Bersyukur kami diber...